Junior Programming Sertifikasi Kompetensi BNSP

junior programming

Pelatihan & Sertifikasi Junior Programming BNSP

Siapkan Karier Programmer Profesional Sejak Dini

Di era transformasi digital, kebutuhan tenaga kerja IT terus meningkat. Oleh karena itu, profesi Junior Programmer menjadi salah satu peran paling dibutuhkan oleh industri. Saat ini, perusahaan tidak hanya mencari lulusan, tetapi juga membutuhkan programmer yang kompeten, terstandar, dan tersertifikasi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Jogja IT Camp menghadirkan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Uji Kompetensi Junior Programming BNSP. Program ini secara langsung mengacu pada SKKNI Nomor 282 Tahun 2016 – Software Development (Pemrograman). Dengan demikian, peserta memperoleh bekal yang relevan dan siap kerja.


Mengapa Sertifikasi Junior Programming BNSP Penting?

Pertama, sertifikasi BNSP memberikan pengakuan resmi kompetensi nasional. Kedua, sertifikat ini meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja. Selain itu, industri lebih percaya pada programmer yang telah lulus uji kompetensi berbasis SKKNI.

Lebih lanjut, program ini membantu peserta memahami standar kerja industri sejak awal. Oleh sebab itu, peserta mampu beradaptasi lebih cepat saat memasuki dunia kerja. Pada akhirnya, sertifikasi ini membuka peluang karier di tingkat nasional hingga global.


Tujuan Pelatihan Junior Programming BNSP

Melalui program ini, peserta diharapkan mampu mencapai beberapa capaian utama. Pertama, peserta memahami gambaran kompetensi kerja dalam skema Junior Programming. Selanjutnya, peserta mempersiapkan diri secara optimal untuk mengikuti pra-asesmen dan asesmen.

Selain itu, pelatihan ini bertujuan mengembangkan kompetensi teknis dan sikap profesional programmer pemula. Dengan kata lain, program ini memastikan proses sertifikasi berjalan sesuai standar mutu nasional.


Acuan Normatif Program

Agar pelaksanaan tetap sah dan terstandar, program ini mengacu pada regulasi resmi. Di antaranya:

  • Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

  • Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional

  • Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang KKNI

  • Permenakertrans No. 8 Tahun 2012 tentang SKKNI

  • SKKNI Nomor 282 Tahun 2016 Bidang Software Development

Dengan mengacu pada regulasi tersebut, program ini memiliki legitimasi nasional.


Bentuk Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi

Secara umum, kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan berbasis kompetensi. Pertama-tama, peserta mengikuti pembekalan teknis yang difasilitasi oleh Lembaga Diklat Profesi. Kemudian, peserta melanjutkan ke proses uji kompetensi.

Sementara itu, asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) akan menilai kompetensi peserta secara objektif. Dengan demikian, hasil asesmen mencerminkan kemampuan nyata peserta.


Materi Pelatihan & Unit Kompetensi Junior Programming

Agar kompetensi terukur dengan jelas, materi pelatihan disusun berdasarkan unit SKKNI. Adapun materi utama meliputi:

  • Sistem Sertifikasi Kompetensi di Indonesia

  • SKKNI Nomor 282 Tahun 2016

  • Standar Kompetensi Skema Junior Programming

Unit Kompetensi yang Diuji

Selanjutnya, peserta akan diuji pada unit berikut:

  1. Menerapkan Metode dan Praktik Reusable (Subrutin)

  2. Mengimplementasikan Pemrograman Terstruktur

  3. Menerapkan Akses Basis Data

  4. Mengimplementasikan Algoritma Pemrograman

  5. Membuat Dokumen Kode Program

  6. Melaksanakan Pengujian Unit Program

Dengan penguasaan unit ini, peserta siap menghadapi kebutuhan industri pemrograman.


Instruktur dan Asesor Profesional

Dalam sesi pembekalan, praktisi berpengalaman dari asosiasi pendukung LSP akan mendampingi peserta. Selanjutnya, asesor resmi dari LSP akan melakukan uji kompetensi.

Oleh karena itu, peserta memperoleh pembelajaran yang aplikatif sekaligus penilaian yang kredibel.


Metode Asesmen Sertifikasi

Agar penilaian berlangsung menyeluruh, asesmen dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, peserta mengisi APL-01 dan APL-02. Kemudian, asesor memverifikasi berkas dan portofolio.

Setelah itu, peserta menjalani real assessment melalui praktik, uji tulis, dan wawancara. Dengan demikian, setiap kompetensi dapat diukur secara komprehensif.


Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Paket Reguler (Offline)

📅 Jadwal:

  • 26–28 Januari 2026

  • 9–11 Februari 2026

  • 29–31 Maret 2026

  • 18–20 Mei 2026

  • 3–5 Agustus 2026

Waktu: 08.00 – 16.00 WIB
📍 Venue: TUK Sewaktu

Paket In House

📅 Jadwal: Sesuai permintaan
📍 Lokasi: Perusahaan / Instansi Klien


Sasaran Peserta

Program ini sangat cocok bagi berbagai kalangan. Misalnya, mahasiswa, dosen, fresh graduate, hingga profesional IT pemula dapat mengikuti pelatihan ini. Selain itu, individu yang ingin memperoleh sertifikasi resmi juga sangat direkomendasikan.


Persyaratan Peserta

Untuk menjaga kualitas asesmen, peserta perlu memenuhi persyaratan berikut. Di antaranya, peserta minimal duduk di kelas XI SMA/SMK atau memiliki pengalaman kerja relevan.

Selain itu, peserta wajib menyiapkan dokumen administrasi, portofolio (jika ada), serta mengisi formulir asesmen. Dengan begitu, proses sertifikasi dapat berjalan lancar.


Fasilitas Peserta

Sebagai bentuk komitmen layanan, peserta akan memperoleh fasilitas lengkap. Mulai dari training kit, materi pelatihan, hingga sertifikat berbasis kompetensi.

Selain itu, peserta juga mendapatkan konsumsi, souvenir menarik, serta sertifikat BNSP bagi peserta yang dinyatakan kompeten.


Informasi & Pendaftaran

📍 Alamat: Jl. Patangpuluhan No. 26A, Yogyakarta
🌐 Website: www.jogjaitcamp.com
📧 Email: ardian@jogjaitcamp.com | satrio@jogjaitcamp.com
📞 CP: 0813 2646 7710– 0813 2517 7427

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top